Headlines News :
Home » , » Ncera (Part 2)

Ncera (Part 2)

Written By Pewarta News on Senin, 28 Januari 2019 | 20.33

Dedi Purwanto.
PEWARTAnews.com -- Ncera telah menyusui anak-anakmu sehingga mereka tumbuh dengan penuh kasih sayang. 'Ncera' telah menumbuhkan pohon-pohon dan air yang mengalir dengan tabah untuk keperluanmu sehari-hari, tanah yang subur itu telah dijaga dengan teliti oleh nya, sehingga kelak anak cucumu tidak khawatir lagi akan lahan yang semakin berkurang dan terkerus. Sucinya air susu ibumu menjadi tanda akan penuhnya cinta 'Ncera' kepadamu, kerasnya urat dan otot bapakmu adalah bukti bahwa 'Ncera' begitu gigih untuk menafkahimu.

Ncera merupakan sekolah, sebuah universitas kehidupan yang mengajarimu tentang pentingnya menjadi seorang 'Ncera' bagi dirimu sendiri dan sosialmu. Pentingnya memahami orang lain daripada dipahami oleh orang lain, melayani manusia seutuhnya tampa berharap dilayani. Ekosistem manusia yang menggantung hidup di Ncera, semestinya harus selaras dengan keinginan Ncera. Hati, pemikiran dan sistem geraknya harus berdasar pada 'Ncera' lalu berujung pada pengabdian terjadapnya (Ncera).

Ncera telah melayani anak cucu mu, kasih sayangnya begitu dalam kepada mereka. Dibiarkannya udara yang segar itu terhirup dengan ikhlas sampai ke sumsum mereka, nasi yang tumbuh dipunggungnya telah menjadi energi penggerak dalam setiap aktifitas mereka. Air yang mengalir sampai ke kelenjarmu, kehangatan cahaya di tanahnya, telah menyelimuti anak-anakmu dari kedinginan dan kegelapan, Ncera yang menyinarimu! Bukan matahari.

Begitu berharganya anak-anakmu di mata nya, dimuliakanlah mereka melebihi dirinya sendiri. Kepalanya rela engkau tindas, asalkan anak-anakmu diajarkan bagaimana bersikap seperti ibunya 'Ncera'. Ncera adalah tanah yang kau injak, 'Ncera' juga ibu yang menafkahimu. Maka ajarkalah anak-anakmu bersikap seperti ibunya 'Ncera', tabah dan selalu melayani tampa berharap dilayani. Ajarkanlah mereka bagaimana tata cara berbahasa dengan manusia, alam, dan semesta. Ajarkan juga mereka bagaimana berbahasa dengan Ncera sebagai ibunya sendiri.

Jangan biarkan mereka tumbuh dengan bahasa kebencian dan cacian, tidak percaya diri dan menindas sesama mereka. Ajarkan mereka tentang mencintai manusia, membahasakan manusia dalam keseharian mereka, bukan mengganti posisi manusia sebagai makhluk yang lain dalam kehidupan mereka. Ajarkan mereka etika bercocok tanam dengan tanah Ncera,etika menebang pohon untuk keperluan mereka, serta etika-etika komunikasi lainnya. Semuanya harus tetap selaras dan teratur, seimbang supaya terwujud keseimbangan.

Ajarkan mereka membaca dan menulis teks, ajarkan juga mereka membaca dan menulis manusia. Ajarkan mereka membaca dan menulis alamnya, ajarkan juga mereka membaca dan menulis Tuhan-Nya. Jangan biarkan mereka berisik dan merasa bising dalam hatinya, ikhlaskan anak-anakmu diajari oleh alammu sendiri. Jangan takut mereka kotor dan terkena terik matahari. Ajarkan anak-anakmu bagaimana pentingnya sejengkal tanah dan martabat dari pada sebongkah intan dan jamrud.

'Ncera adalah ibu mu sebelum aku nak, maka sayangilah dia seperti engkau menyayangiku. Ncera adalah ayahmu sebelum aku nak, makanya hargailah dia seperti engkau menghargaiku'. Ayah dan ibumu adalah 'Ncera'.




Tulisan ini berseri, untuk cek serie lainnya klik dibawah ini:

Penulis: Dedi Purwanto, S.H.
Pemuda Asal Desa Ncera Belo Bima NTB  / Eks Ketua Umum Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPC PERMAHI DIY) 2014-2017.

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website