Headlines News :
Home » , » Pimpinan Ummat

Pimpinan Ummat

Written By Pewarta News on Jumat, 01 Februari 2019 | 06.00

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A. saat ngobrol santai dengan Presiden RI Joko Widodo.
PEWARTAnews.com -- Menjadi pimpinan ummat adalah keinginan banyak orang (level nasional dan daerah), karena ada beberapa privilese (privilege) yang dimiliki, di antaranya mendapat kehormatan, fasilitas, perlindungan keamanan, aliran rizki, jaminan kesehatan dan keselamatan, dan sebagainya. Semuanya sangat terkait dengan tingkat tanggung jawabnya. Semakin banyak previlege-nya semakin berat tanggung jawabnya. Karena itu pimpinan ummat tidak boleh sembarang berperilaku di tengah-tengah ummat. Kullukum raa’in wakullu raa’in mas-uulun ‘an ra’iyyatih (Al Hadits). Setiap di antara kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya.

Pemimpin ummat yang baik tidak hanya berorientasi pada haknya, melainkan yang jauh lebih penting adalah kewajibannya. Mereka wajib melayani, melindungi, membimbing, mendidik, dan memberikan jaminan keselamatan dan keamanan ummat, sehingga ummat merasa aman, selamat, dan bebas dalam hidupnya, terlebih dalam menjalankan kewajiban beragamanya. Dalam menunaikan kewajiban tidaklah mudah, pimpinan ummat mempertaruhkan segala daya, kemampuan, dan waktunya, sehingga bisa lepas dari tanggung jawabnya. Bahkan yang berkorban tidak hanya dirinya saja, melainkan juga keluarga dan kelompoknya yang berada di balik amanah kepemimpinannya.

Kemuliaan yang diterima oleh pimpinan ummat seharusnya disikapi secara proporsional, tidak boleh berlebihan, karena bisa berakibat kepada pengkultusan sehingga menjadi lupa diri. Demikian juga pimpinan ummat harus tetap committed dengan norma-norma institusi dan sosial. Jika tidak bisa mendowngrade-kan marwahnya. Karena pimpinan ummat sangat dituntut keteladanannya dalam seluruh aspek kehidupan. Pimpinan ummat hakekatnya bukanlah predikat pemberian dari atas, melainkan penghargaan, penghormatan dan rekognisi dari ummat. Kondisi dewasa ini menjadi tantangan terbuka bagi pimpinan ummat, apakah mereka berpikir dan bertindak didasarkan pada idealisme atau pragmatisme? Yang mereka pikirkan itu keselamatan ummat atau diri dan atau kelompoknya?

Memang pimpinan ummat seharusnya digerakkan oleh keinginan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan yang sangat dirindukan ummat. Pimpinan ummat seharusnya menjadikan ummat bersatu dan berjamaah, sehingga ummat saling menguatkan. Bukan sebaliknya, pimpinan ummat justru menjadi sumber dan pemicu perpecahan. Pimpinan ummat harus menjadi tempat berlindung ummat, bukan ditolak kehadirannya.

Pimpinan ummat yang menduduki maqaamam mahmuuda seharusnya dijaga secara istiqamah, sehingga tidak membingungkan ummat. Karena pimpinan ummat menjadi katalisator untuk meraih keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Runtuhnya wibawa pimpinan ummat bukan dari agresivitasnya faktor eksternal saja, melainkan juga yang lebih penting dari pimpinan ummat yang gagal pengendalian dirinya. Semoga pimpinan ummat terus eksis dan terjaga integritasnya sehingga terus bermanfaat bagi ummat. Ingat bahwa tegaknya negara tergantung pada tegaknya integritas pimpinan ummat.


Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.A.
Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website