Headlines News :
Home » , » Bahasa Indonesia dan Makna Tersembunyi

Bahasa Indonesia dan Makna Tersembunyi

Written By Pewarta News on Jumat, 31 Mei 2019 | 19.16

Dedi Purwanto, S.H.
PEWARTAnews.com -- Makna kata 'Kekasih dan aku' yang digabungkan menjadi 'kekasihku'.

Bahasa Indonesia sebenarnya sangat rumit untuk dipahami, meskipun kebanyakan dari kita menganggapnya sebagai hal yang paling mudah dalam mempelajarinya. Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang akan mengantarkan kita untuk mensyukuri keragaman dalam kemajemukan di negeri ini. Dengan mendalami bahasa sesungguhnya kita sedang menelusuri kembali identitas nasional dan lokal kita sebagai warga negara Indonesia. Selain itu, dengan mendalami bahasa maka kita akan menemukan kedalaman ketika berfikir, bertutur dan bertindak. Nah, Pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba menemukan alasan kenapa kata-kata dalam bahasa Indonesia harus digabungkan (berdasarkan morfologi kata dan makna).

Teman-teman yang budiman, tentu kita akan bertanya kenapa dua kata dalam bahasa Indonesia pada waktu tertentu harus digabungkan atau ditulis serangkai,  kenapa pada waktu tertentu juga dua kata harus berjarak, atau kenapa beberapa kata ketika dirangkaikan harus dihilangkan salah satu huruf yang terletak dalam kata terakhir pada dua kata tersebut. Semisal: Kekasihku, ibuku, ayahku, pamanku, kerbauku, milikku, milikmu, dan sebagainya. Kenapa kata-kata itu harus digabungkan dan dihilangkan salah satu huruf yang terletak di posisi pertama pada kata terakhir 'aku'. Menurut penulis, tentu ini bukan hal yang mudah di untuk telanjangin. Dan dibalik penggabungan itu ada orientasi psikis-humanis yang hidup antara subjek dan objek atau antara subjek dengan subjek dalam konteks itu.

Menggali Makna

Kalau dilihat berdasarkan hukum bahasa EYD (Ejaan Yang di Sempurnakan) maka kita akan menemukan suatu alasan sederhana bahwa tujuan kata itu digabungkan dikarenakan aturan dalam berbahasa. Tentu alasan itu sangat mudah kita terima secara bersama, tapi sebagai makhluk yang berfikir alangkah baiknya kita harus menemukan alasan yang lebih dari tujuan penggabungan tersebut. Tidak hanya selesai di perosedur formil semata. Kenapa kita harus mencari makna lebih, sebab bahasa hadir sebagai alat bukan tujaun. Bahasa hadir sebagai sesuatu yang mewakali sesuatu di semesta ini. Baiklah kita lanjut pengembaraannya, Kenapa dua kata tersebut diatas harus digabungkan. Menurut kami supaya sesuatu tidak berjarak lagi dengan sesuatu, maksudnya supaya subjek dengan objek tidak berjarak lagi antara satu sama lain. Atau antara subjek dengan subjek menyatu lewat bahasa. Ketika masih berjarak berarti sesuatu dengan sesuatu masih dikatakan sesuatu yang berbeda. Menyatu itu bukan fisik tetapi psikis atau segala hal yang bersifat abstrak. Sederhananya begini, kata kekasihku berasal dari dua kata yaitu kata kekasih dan aku, setelah digabungkan menjadi kata kekasihku. Kata kekasih ditujuhkan kepada seseorang yang dikasihi, dan supaya subjek dan objek yang saling mengasihi itu benar- benar menyatu maka kata tersebut harus bergabung dan tidak boleh berjarak. Kenapa begitu, sebab penggabungan kata ini secara komunikasi merupakan representasi dari bahasa kemesraan dan eksistensi kata. Contoh kalimatnya, datanglah kekasihku, aku merindukanmu. Kata 'kakasihku' dan 'merindukanmu' yang di rangkai tersebut bertujuan supaya seseorang yang mengucapkan kalimat tersebut dengan objek kalimat itu menyatu lewat bahasa. Menyatu karena tidak berjarak.

Tujuan Salah Satu Huruf yang Dihilangkan

Katika kata kekasih dan aku dirangkai maka akan  menjadi 'kekasihku'. Tetapi setelah dirangkai kita bisa melihat salah satu huruf pertama dalam kata aku itu ada yang hilang yaitu huruf 'a'. Kenapa huruf a itu hilang. Dalam aturan berbahasa ketika kata aku dirangkai dengan kata benda maka kata 'aku' akan menjadi 'ku'. Itu aturanya. Kita tinggalkan aturan berbahasa, kita mencari ke makna yang lain, tujuan penggabungan itu secara filosofis, dalam hal menyatu tentu dua subjek tidak boleh sama-sama kelihatan, kenapa begitu. Ibaratkan seseorang yang sudah menikah, ketika seorang laki-laki menikah dengan seorang perempuan berarti keduanya sudah menyatu. Atau dalam istilah romantisnya seorang laki-laki telah menemukan tulang rusuknya yang hilang. Dan setelah menikah laki-laki menjadi simbol penyatuan sedangkan perempuan secara langsung melebur dalam diri laki-laki. Berarti sebenarnya dalam posisi ini, antara laki dan perempuan yang sudah menikah adalah satu, cuman yang membuatnya terpisah adalah cara pandang kita. Dan setelah menyatu sesuatu yang lain harus ada yang di buang supaya menghilangkan entitas nya sebagai sesuatu. Begitu juga dengan kata 'kekasihku' yang dihilangkan salah satu huruf dalam kata 'aku' tersebut.

Kalau Kata 'Kekasihku' Berjarak

Ketika kata kekasihku kita tulis berjarak menjadi kata kekasih dan aku maka akan ada kerancuan dalam pengucapannya. Selain tidak ada aturan dalam berbahasa, akan tetapi juga antara sesuatu dengan sesuatu yang lain masing menjadi orang lain. Ketika aku dan kamu menyatu maka akan menjadi kita, tetapi ketika aku dan kamu tidak menyatu maka tetap akan menjadi aku dan kamu.

Memaknai orientasi penggabungan kata ini tidak hanya berlaku untuk kata kekasih dan aku. Namun juga berlaku untuk semua kata yang konteknya sama. Seperti, sepedaku, pacarku, mobilku, milikku, milikmu, punyaku dan punyamu dan sebagainya.

Selamat berburu wahai pengembara. Jangan percaya, kita hanya perlu untuk ragu. Kalau salah, wajarlah namanya juga pendapat. Kalau benar itu yang tidak wajar!

Walhualam Bishawab.


Penulis: Dedi Purwanto, S.H.
Wakil Ketua IKASUKA Ilmu Hukum
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website