Headlines News :
Home » » Ramadan Memantapkan Keluarga

Ramadan Memantapkan Keluarga

Written By Pewarta News on Jumat, 31 Mei 2019 | 18.14

PEWARTAnews.com -- Dulu, keluarga besar dan kecil mudah sekali melakukan kumpul-kumpul, kapan saja dan di mana saja. Kini, keluarga kecil tidak selalu mudah untuk bikin acara bersama, apalagi keluarga besar. Bahkan keluarga kecilpun tidak selalu gampang bikin acara kumpul-kumpul. Kondisi ini sangat ditentukan oleh sulitnya hidup dewasa ini. Dalam satu keluarga, suami dan isteri memiliki kesibukan masing-masing karena untuk memenuhi hajat keluarga, sehingga waktu untuk berkumpul kurang. Apalagi dengan keluarga besar, semakin sulit dilakukan, kecuali ada hajat bersama. Ramadan diharapkan sekali merupakan momentum terbaik untuk keluarga melakukan konsolidasi dan memantapkan jalinan kasih sayang dinantara anggota keluarga.

Gambaran keluarga dewasa ini jelas menunjukkan fenomena yang berbeda, terlebih-lebih dengan semakin gencarnya era Digital. Sering keluarga memanfaatkan waktu untuk konsolidasi keluarga tidak dilakukan secara langsung. Jika ya, sangat jauh berkurang dari kuantitas dan kualitasnya. Namun untuk mewujudkan keinginan konsolidasi dapat  memanfaatkan jasa teknologi digital, misalnya dengan medsos, atau melalui WA Group. Untuk mengatasi masalah ini, mereka merasionalisasikan bahwa kualitas pemanfaatan waktu lebih berarti daripada kuantitas untuk ketemu. Bahkan semakin banyak keluarga yang memaklumi atas perubahan ini. Yang semula keluarga bikin acara makan bersama di rumah dan di luar rumah sebagai agenda utama, sekarang sudah bergeser. Karenanya kuantitas makan bersama di rumah dan di luar menjadi berkurang secara berarti.

Kehadiran Ramadan sangatlah berarti bagi keluarga terutama dalam membangun kesolidan, keintiman, dan keutuhan keluarga. Ramadan bisa memungkinkan untuk acara makan bersama pada saat berbuka dan sahur yang tidak selalu bisa dilakukan dalam keseharian. Acara berbuka dan sahur bisa dilakukan di rumah atau di luar rumah. Selama berbuka dan sahur bersama, tidak hanya menikmati hidangan bersama, melainkan juga bisa saling cerita tentang kesibukan  atau persoalan masing-masing, sehingga memungkinkan bisa sharing ide untuk solusi terhadap masalah. Saat-saat beginilah yang tepat juga untuk membuat clear antar anggota keluarga, jika ada yang saling miskomunikasi atau salah pengertian di antara anggota keluarga, sehingga tercapai kehidupan yang utuh, damai dan harmoni.

Ramadan juga memungkinkan kita melakukan silaturahmi, homecoming, mudik untuk bisa menguatkan kembali silaturahim dengan keluarga besar, sanak famili dan handai taulan. Demikian juga, tidak dak hanya bisa ziarah ke makam orangtua dan leluhur saja, yang sekaligus mengingatkan kembali jasa-jasa beliau. Saatnya kita bisa kirim doa untuk arwah-arwah beliau, dengan harapan orangtua dan leluhur dijauhkan dari siksa kubur dan neraka, dan mendapatkan perlindungan dan tempat terbaik di sisi-Nya. Momentum Ramadan juga untuk bernostalgia dengan tanah kelahiran tempat tumbih dan berkembang di awal-awl kehidupan. Sesuatu yang sangat indah dan sulit dilupakan.

Ramadan juga memberikan kesempatan untuk menjaga keutuhan keluarga besar melalui zakat, infaq dan shadaqah. Untuk menjamin afdzalnya pembayaran zakat dan pengeluaran infaq dan shaqah, wajib diutamakan untuk dzawil qurba, yaitu keluarga dekat yang memunuhi syarat sebagai mustahiq, yang berhak menerima. Karena itu Ramadan tidak hanya memiliki hikmah untuk semakin menguatkan relasi keluarga kecil, melainkan juga relasi dan kesatuan keluarga besar. Yang menjadi sangat penting adalah Ramadan bisa menjadi momentum untuk halal bi halal dan silaturahmi dengan cara yang sangat efisien. Karena semuanya berada pada libur bersama, dan bisa saling mengenalkan keluarga masing-masing, saling mengenalkan peluang-peluang, baik terkait dengan studi maupun pekerjaan.

Akhirnya, kita patut bersyukur bahwa kehadiran Ramadan setiap tahun dapat merefresh keutuhan dan kesolidan serta kasih sayang keluarga. Banyak hikmah yang bisa didapat, terutama untuk saling mengingatkan semua anggota keluarga akan ibadahnya dan birrul walidain, baktinya anak ke orangtua serta kerukunan antar saudara, serta keluarga besarnya. Walaupun di era digital komunikasi antar anggota keluarga dapat dilakukan dengan mudah baik melalui call, kirim berita, atau video call, namun hubungan interpersonal langsung tetap masih sangat diperlukan. Karena cara ini masih dipandang sangat efektif untuk  menjaga rasa kasih sayang yang lebih bermakna. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang bisa memetik dan merasakan keindahan Ramadan untuk kebahagian dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga dalam ridlo-Nya.


Yogyakarta, 9 Mei 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website