Headlines News :
Home » » Tantangan Pimpinan Perguruan Tinggi (Part 1)

Tantangan Pimpinan Perguruan Tinggi (Part 1)

Written By Pewarta News on Selasa, 21 Mei 2019 | 22.32

Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
PEWARTAnews.com – Di Era Rrevolusi Industri 0.4 kehidupan manusia semakin komplek. Perubahan sosial terjadi sangat cepat. Perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh globalisasi, kemajuan ipteks, pemanasan global, keterbukaan informasi, ledakan penduduk, krisis moral,  dan sebagainya. Perguruan sebagai institusi paling depan bertanggung jawab memberikan respon terhadap perubahan besar. Kemampuan perguruan tinggi dalam merespon perubahan tidak bisa dilepaskan dari pimpinannya. Sehebat apapun  pimpinan perguruan tinggi tidak bisa lepas dari berbagai tantangan.

Berdasarkan pandangan Peter McCaffery (2004) bahwa tantangan pimpinan Perguruan Tinggi (PT) sangat terkait dengan, (1) mengetahui lingkungan, (2) mengetahui institusi, (3) memimpin departemen, (4) memimpin dengan keteladanan, (5) memimpin untuk kinerja unggul, (6) mengembangkan staf, (7) memimpin dan merayakan keragaman, (8) meningkatkan pengalaman mahasiswa, (9) memanaj perubahan, (10) memanaj pada sisi “upand down”, dan (11) memanaj diri sendiri. Untuk dapat memberikan ulasan yuang rekatif lebih detil, akan diposting dua kali, pertama tantangan no 1 sd 5, sedangkan kedua tantangan no 6 sd 11.

Pertama,  tantangan mengetahui lingkungan. Pimpinan PT harus menyadari adanya pendorong perubahan, yang terkait dengan globalisasi, masyarakat pengetahuan, perubahan sosial, spesialisasi akademik dan postmodernisme;  krisis identitas universitas; tantangan strategik universitas. Tantangan ini tidak bisa diabaikan. Pimpinan harus bersikap reaktif terhadap persoalan yang ada di lingkungan dan bersikap proaktif dalam rangka mengantisipasi persoalan yang muncul di lingkungan.

Kedua, tantangan mengetahui manajemen dan kepemimpinan PT baik bidang akademik maupun non akademik, kultur PT, universitas riset, universitas enterpreneurship, universitas virtual, dan universitas 2025. Pimpinan PT tidak hanya mampu mengelola dan memimpin, melainkan juga mengarahkan PT baik menghadapi persoalan mutaakhir, maupun persoalan masa mendatang, terlebih-lebih berkenaan menjadikan universitas yang mampu mengantarkan mahasiswa mampu menghadapi tantangan pada jamannya.

Ketiga, tantangan memimpin departemen. Dalam memimpin departmen, ketua departemen akan menghadapi persoalan leadership vs manajement, menjadi leader and manager efektif, model kepemimpinan yang baru, memedomani prinsip-prinsip leadership and manajemen, memimpin dan mengelola PT menegakkan visi departemen. Perlu dimaklumi bahwa tidak semua dosen mempersiapkan diri sebagai pimpinan, sekalipun sebagai ketua departemen. Padahal pimpinan departemen merupakan suatu keniscayaan bagi setiap dosen. Biasanya departemen yang baik selalu menghendaki pimpinan depatemen adalah dosen yang memiliki reputasi akademik yang baik. Menyadari kondisi yang demikian, maka ketua departemen perlu mendapatkan pelatihan pimpinan akademik untuk menjadi pimpinan departemen yang efektif.

Keempat, tantangan memimpin dengan keteladanan :`Pimpinan PT pada hakekatnya sering dihadapkan pada tugas meratakan jalan, membangun team building, dan mengatasi konflik. Pada prakteknya, pimpinan PT harus selalu standby dalam menghadapi berbagai persoalan yang selalu berubah. Demikian juga pimpinan harus mampu mengorganisasikan team building, untuk dapat mencapai tujuan lebih efektif dan efisien. Mengingat dinamika PT yang tidak pernah lepas dari persoalan, yang bahkan bisa menimbulkan konflik, maka perlu ditunjukkan kepemimopinan yang kolegial dan kolektif, sehingga terhiondar dari konflik yang tidak perlu.

Kelima, tantangan memimpin untuk kinerja unggul. Pimpinan PT dihadapkan pada tantangan  memenaj kinerja staf, persoalan tentang manajemen kinerja, prinsip-prinsip manajemen kinerja, implementasikan manajemen kinerja, mengatasi kinerja yang rendah, dan memotivasi staf. Karena salah. satu ukuran keberhasilan kepemimpinan PT adalah keberhasilan kinerja, maka manajemen kerja harus mendapatkan perhatian tersendiri, untuk mampu mengantarkan institusi dan personalia untuk bekerja yang kompetitif dan produktif. 

Demikianlah berbagai tantangan bagi pimpinan perguruan tinggi, sebagai pimpinan akademik di semua level, yang diharapkan dapat dikenali oleh para pimpinan atau calon pimpinan PT serta para pemerhati kepemimpinan PT. Semoga materi ini bisa menginspirasi semua, sehingga bisa menunjang pengelolaan perguruan semakin efektif dan efisien dari waktu ke waktu.

Tulisan ini sengaja dipersembahkan kepada kolega untuk menyambut Konferensi Forum Rektor Indonesia 2019 di Undip, Semarang tangga 25-27 April 2019. Saya mohon maaf, kemarin tidak bisa posting karena ada gangguan teknis hp jatuh lagi, shg tidal bisa berfungsi. Padahal saya sangat tergantung  pada hp itu untuk uposting. Insya.Allah hari ini akan komornsasi dengan 2 posting.


Semarang, 26 Maret 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website