Headlines News :
Home » , » Keteladanan Umar Bin Khattab

Keteladanan Umar Bin Khattab

Written By Pewarta News on Selasa, 04 Juni 2019 | 11.44

PEWARTAnews.com -- Umar bin Khattab adalah Khalifah kedua setelah Abu Bakar Ashshidiq. Umar yang semula hidupnya sebagai pimpinan Kafir Quraisy  yang selalu menghalangi dan mengganggu Rasulullah saw dalam syiarkan Islam, akhirnya dengan hidayatullah, Umar bin Khathab menjadi muaalaf. Karena karakter dan sifat kepribadiannya, Umar diterima dengan sangat baik oleh  Rasulullah saw sebagai Sahabat untuk perjuangkan Islam. Bahkan setelah Rasulullah saw wafat, Umar terus ikut mengawal gerak dan siar Islam hingga beliau diamanati sebagai Khalifah kedua, setelah Abu Bakar Ashshidiqi wafat.

Untuk menghadapi tantangan jaman yang semakin kompleks, kiranya sudah sepatutnyalah berbagai kebaikan yang ada pada Khalifah Umar bin Khattab dapat diteladani, yang di antaranya:

1) Pemberani
Umar bin Khattab merupakan sosok yang 
sangat pemberani. Beliau pemberani menegakkan kebenaran yang diyakini, ketika menjadi salah satu pimpinan Kaum Quraisy, terus menjadi sahabat Rasulullah, hingga sampai pada waktu Umar bin  Khattab menjadi Khalifah. Pada saat menjadi sahabat Rasulullah, syiar dan dakwah Islam menjadi terbuka, tidak sembunyi-sembunyi, bahkan dengan terang-terangan. Dengan demikian diharapkan sekali, semua ummat Islam berani menegakkan kebenaran.

2) Sederhana
Umar bin Khottab adalah sosok pemimpin yang memiliki sikap sederhana. Walau beliau sudah menjadi pemimpin,  hidup beliau dan keluarganya masih tetap sederhana. Umar tidak pernah tinggal di sebuah istana, rumah mentereng ataupun gedung yang tinggi, tapi beliau tinggal di sebuah bangunan sederhana dekat masjid, dan lebih sering berada di masjid,  bahkan beliau lebih sering tidur di atas pelepah kurma daripada kasur yang empuk. Atau ketika beliau tidak melebihkan harta rampasan (ghanimah) yang dibagikan diantara kaum muslimin. Beliau benar-benar membatasi penggunaan fasilitas negara.

3) Adil
Umar bin Khattab bersikap fair dalam mengawal tugas pemerintahan. Meskipun beliau seorang pemimpin namun beliau tetap adil terhadap rakyat dan keluarganya, jika keluarganya bersalah, beliau tetap menghukumnya sebagaimana jika rakyatnya bersalah. Bahkan terhadap keluarganya yang bersalah diberi hukuman yang lebih berat.
Jika orang berbicara tentang keadilan yang murni tanpa cacat, orang akan teringat pada keadilan Umar.

4) Gemar Musyawarah
Umar bin Khattab adalah sosok pimpinan yang ketika menjabat gemar bermusyawarah. Banyak kita jumpai pada saat sekarang ini para pemimpin yang tidak mau bermusyawarah dengan rakyatnya terkait kebijakan yang hendak dilakukan.

Beliau adalah sosok yang tidak pernah memposisikan dirinya sebagai seorang penguasa. Akan tetapi, beliau beranggapan bahwasanya memiliki kedudukan yang sama dengan anggota musyawarah lainnya. Beliau tidak pernah merasa paling tahu dan semena-mena. Beliau senantiasa menanamkan perasaan bahwa rakyatnya adalah guru yang akan menunjukkan jalan kebaikan, menyelamatkannya dari kesengsaraan hisab di akhirat kelak.

5) Membedakan yang haq dan bathil.
Umar bin Khattab adalah sosok pimpinan yang berani dan bisa bedakan yang iman dan kafir. Membedakan yang haq dan bathil Berjuang hidup dalam kebenaran dan mati dalam kebenaran. Dengan komitmen Umar bin Khattab dalam menegakkan kebenaran, gigih perjuangkan antara yang haq dan yang batil. Dalam kapasitas inilah Umar bin Khattab mendapat julukan Al-Faruuq.

Dalam kehidupan yang semakin kompleks dewasa ini, baik dalam kehidupan di keluarga, kantor/tempat kerja, maupun masyarakat, kita dapat implementasikan keteladanan Umar bin Khattab. Cara hidup yang baik yang sangat bermanfaat untuk membangun keluarga yang baik, terutama tugas kekhalifahan di manapun berada. Bahkan spirit Umar sangat tepat untuk memberesi praktek KKN secara tuntas di Indonesia yang hingga kini masih menggurita.



Yogyakarta, 12 Mei 2019
Penulis: Prof. Dr. H. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.
Dosen dan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website