Headlines News :
Home » » Ketua PCNU Kabupaten Bima A. Latief H. Idris Tutup Usia

Ketua PCNU Kabupaten Bima A. Latief H. Idris Tutup Usia

Written By Pewarta News on Kamis, 06 Juni 2019 | 20.58

Ucapan belasungkawa dari PWNU NTB untuk almarhum Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Bima Drs. KH. A. Latief H. Idris.
Bima, PEWARTAnews.com -- Ketua Tanfidziah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bima Drs. KH. A. Latief H. Idris meninggal dunia pada Hari Rabu, 5 Juni 2019 Pukul 07.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA), di Kota Bima.

Atas meninggalnya beliau, PWNU NTB pun ikut berbela sungkawa. "Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PWNU NTB) turut berbela sungkawa atas wafatnya Drs. TGH. Latief (Ketua PCNU Kabupaten Bima)," bunyi poster ucapan di grup WhatsApp "Halaqoh KBNU NTB" yang dibagikan oleh Tokoh Muda IPNU Lombok rekan Samsul.

Salahsatu tokoh muda NU Kabupaten Bima Samrin, S.Pd., M.Pd. juga turut mengenang kepergian almarhum. "Innalillahi Wainnailaihiroojiun. Selamat Jalan Ayahnda dan Guru kami Drs. H. A. Latief H. Idris Ketua Dewan Tanfidziah PCNU Kabupaten Bima. Semoga khusnul Khotimah, dan Do'a kami selalu menyertaimu," ucap
Samrin yang juga kini mengabdi jadi Guru di Yayasan Pendidikan Al-Hidayah MTs Alhidayah Kota Bima ini.

Samrin saat silaturrahim beberapa waktu lalu ketika kondisi fisik almarhum TGH. Latief sehat walafiat.

Almarhum merupakan tokoh sentral NU di Kabupaten Bima. Beliau juga sempat menjadi guru dan juga Kepala Sekolah SMA Alihidayah Kota Bima.

Banyak yang mengenang kepergian almarhum, terutama orang-orang yang pernah menjadi murid beliau. "Innalillahi Wainna Illahi Roziun. Semoga Beliau Khusnul Khotimah. Drs. KH. A. Latif H. Idris, telah berpulang kerahmatullah dihari yang mulia ini sekitar Pukul 07.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA), di Kota Bima. Rabu, 5 Juni 2019, bertepatan dengan Hari ditetapkannya Sholat Idul Fitri, 1 Syawal 1440 H," sebut Mujahidin, S.Pd., M.Pd. yang juga merupakan mantan murid almarhum.

Lebih lanjut Mujahidin menyebutkan, banyak pelajaran berharga yang telah tergores dari hasil didikan almarhum. "Banyak educasi yang bernilai membangun, yang diwariskan oleh beliau kepada kami sebagai generasi yang dekat dengan beliau. Beliau mengajarkan Kami; (1) Agar menjadi Orang-orang hebat, yang senantiasa menuntun Ilmu, baik untuk dunia maupun akhirat. (2) Agar bisa menjadi contoh teladan yang baik untuk orang lain. (3) Mengajarkan kami tentang cara mendidik dan melakukan pendekatan dengan setiap orang dengan latar belakang karakter apapun dan belajar untuk hidup mandiri," kenang Mujahidin.

Beliau, kata Mujahidin, adalah orang hebat dan berjasa kepada generasi-generasi, baik yang berada dari Kota Bima maupun Kabupaten Bima. "Terimakasih atas jasa-jasamu, dan do'a kami akan selalu menyertaimu. Saya atas nama murid beliau, mewakili semua teman-teman saya yang pernah berguru kepada beliau, berbangga menjadi murid beliau dan semoga beliau tenang di alam sana. Aamiin. Alfatihah," tambahnya. (PEWARTAnews)
Share this post :

Posting Komentar

Komentar netizen merupakan tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi. Kami berhak mengubah atau menghapus komentar yang mengandung intimidasi, pelecehan, dan SARA.

 
Copyright © 2015-2019. PEWARTAnews.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website